teori humanistik

PENDAHULUAN

Puji sukur kepada allah awt, kami bersama tenma-teman dapat meyusun makalah tentang teori-teori pisikologi belajar humanistik . dalam pembahasan pisikologi humanistis ini berkaitan tentang masalah perubahan terhadap tingkah laku manusia setelah diberikan pendidikan. Dengan demikian pendidikan sangatlah penting bagi pertubuhan anak. Karna peran pendidikan sangatlah penting untuk pembentukan moral dan perilaku terhadap diri.
Dengan demikian marilah kita bersama-sama, membahas bahwa untuk mencapai pendidikan yang berpotensi, maka kita harus mengetahui bagai mana cara-cara untuk belajar secara intensif. Nah.. didalam pembahasan ini bayak sekali menjelaskan tentang teori-teori yang menjelaskan tatacara belajar,agar bisa menpernudah seorang pengajar terhadap anak didik.
Kami minta masukan keritikan saran dari teman-teman karna dalam peyusunan makalah ini,kami tidak begitu bayak mencari sunber yamg berkenaan tentang pembelajaran pisikologi humanistis. Dan kami mohon maaf apabila ada kesalahan baik dalam pnyusunan kata-katadan pengetikannya dalam makalah ini. Karna tiada lah yamg sempurna manusia yamg hidup di dunia ini melainkan allah swt.










TEORI-TEORI DARI PISIKOLOGI HUMANISTIS

1. Awal timbulnya Psikologi Humanistis
Pada akhir tahun 1940-an munculah satu persefektif pasakologi baru. Orang-orang yang terlibat dalam penerapan fisikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini, misalnya ahli-ahli pisikologi kelnik,pekerjaan-pekerjaan social dan konselor. Bukan merupakan penelitian dalam bidang peruses belajar. Gerakan ini berkembamng dan kemudian di kenal dengan pisikologi humanistis,eksestransial,perceptual,atau fenomenologikal. Pisikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si perilaku(bihever),bukan dari pengamat(observer).
2. Behaviorisme Versus Humanistis
Dalam meyoroti masalah perilaku kedua ahli pisikologi ini mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Perbedaan ini dikenal dengan freedom diterminationsue. Para behafiorist memandang orang sebagai makhluk efektif yang memberikn responnya terhadap lingkungannya. Pengalaman lampau dan pemeliaraan akan membentuk perilaku mereka, sebaliknya pera humanis mempunyai pendapat bahwa setiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka,tidak terikat dengan lingkungannya.
3. Tokoh-tokoh Humanistis
1) Combs
Dia menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orng kita harus mencoba memahami dunia persepsi oramg itu. Combs dank wan-kawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah ktidak mauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya. Para ahli humanistis melihat adanya dua bagian pada lerning ialah:
a) Pemerolehan impormasi baru
b) ”personalisasi” imformasi ini pada individu

Combs maemberikan lukisan “persepsi diri” dan’ persepsi dunia’ seseorang seperti dua liangkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu lingkaran kecil (1)adalah gambran dari “persepsi diri “dan liangkaran besar(2) adalah “persepsi dunia”mangkin jauh peristiwa-peristiwa itu dari “persepsi diri” mangkin berkurang pengaruhnya bagi individu dan mangkin dekat peristiwa-peristiwa itu dari “peresepsi diri” mangkin besar pengaruhnya terhadap perilakunya. Jadi hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri, mangkin mudah hal itu terlupkan.
2) Maslov
Teori didasarkan atas asumsi bahwa didalam dirikita ada sua hal:
a ) Suatu usaha yang positif untuk berkembang
b) Kekuatan utuk melawan atau menolak perkemdangan itu ( maslov 1968).
Maslov membagi kebutuhan-kebutuhan (neerd) manusia menjadi tujuh herarki, bila seseorang telah sudah memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan pisikologis, brulah dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya. Ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya. Hierarki kebutuhan manusia menurut maslov ini mempunyai implikasi yang penting yang harus di perhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak.ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar tidak mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi.
3) Rogers
Dalam bukunya “freedom learn”, ia menunjukn sejumlah perinsip-perinsip belajar humanistic yang penting di antaranya ialah;
a. Manusia itu mempunyai kemampuan belajar sendiri secara alami.
b. Belajar yang seknifikn terjadi apabila subject materidirasakan murid dan mempunyai relevansi dengan maksudnya sendiri.
c. Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dari berbagai cara yang berbeda-beda danterjadilah proses belajar mengajar.
d. Belajar yang bermakna dan dapat diperoleh siawa.
e. Belajar di perlancar bilamana siswa dilibatkan dalam peruses mengajar dan ikut bertanggung jawab terhadap peruses mengajar itu.
f. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan peribadi siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari.
g. Kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan,kreatifitas lebih mudah di capai apabila terutama siswa di biasakan untuk mawas diri dan mengerti dirinya sendiri dan penilaiyan dari orang lain merupakan cara kedua yang penting .
h. Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajr mengenai proses blajar mengajar, sesuatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuan-penyatuannya kedalam dirinya sendiri mengenaiperoses perubahan itu.

4. Tujuan belajar
Setiap manusia di mana saja berada tentu melakukan kegaitan blajar. Seorang siswa yang ingin mencapai cita-citanya tentu harus belajar dengan giat. Bukan hanya di sekolah saja, tetapi juga harus belajar dirumah dalm masyarakat, lembaga-lembaga pendidikan ekstra di luar sekolah,brupa kursus , les pripat, bimbingan studi san sebagainya.
Untuk mencapai cita-cita kita harus rajin, gigih dan kuat belajar. Belajar adalah syarat mutlak untuk menjadi pandai dalam segala hal, baik dalam bidang ilmu pengetahuwan maupun kterampilan atau kecakapan.
Dari urayan di atas jelaslah bahwa belaja rnerupakan kegiatan penting yang harus setiap orang secara maksimal untuk dapat menguasai atau memperolah sesuatu. Karna itu perludiketahui seluk beluk belajar, terutama bagaimana caranya.
Belajar dapat didefenisikan ,”suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perbahan tingkah laku,sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan,dan sebagainya.




5. Kesimpulan
Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1) Belajar adalah suatu usaha perbutan yang dilakukan secara dungguh-sungguh, dengan sistimatis, mendaya gunakan segalapotensi yang dimiliki.
2) Belajar bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri antaralain tingkah laku, misalnya seorang anak kecil yang tadinya sebelum masuk sekolah bertingkah laku manja,egois, cengeng, dan sebagainya. Namun setelah masuk sekolah kebiasaan anak tersebut brubah.
3) Belajar bertujuan marubah kebiasaan, sari yang buru menjadi baik.
4) Belajar bertujuan untuk merubah sikap, dari negative menjadi positif , dan menjadi hormat
5) Dengan belajar dapat mengubah keterampilan, misalnya olah raga, kesenian, jasa, teknik, pertanian, perikanan,pelayaran, dan sebagainya.
6) Belajar bertujuan menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu.